Biografi tentang Riani Soedjito
*Biografi ini ditulis untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia dalam rangka kegiatan 'Learn From Home'
Riani Soedjito
Riani Soedjito adalah seorang pensiunan guru TK yang sudah mengajar selama lebih dari 30 tahun. Beliau dalah tante dari penulis. Riani lahir di Surabaya, 2 Desember 1961 dan merupakan anak sulung dari 3 bersaudara dari sebuah keluarga yang sederhana. Berbagai perlombaan sebagai seorang guru sudah ia raih, ratusan murid berprestasipun sudah berhasil ia didik.
Berasala dari keluarga sederhana, kedua orangtuanya hanya lulusan Sekolah Dasar (SD). Sang ayah adalah seorang teknik sipil otodidak dan ibunya hanyalah ibu rumah tangga biasa dan seorang penjual jajanan tradisional. Walau berasal dari keluarga sederhana, kedua orangtuanya berusaha keras agar ketiga anaknya mendapatkan edukasi yang terbaik dan menjadi sarjana dengan harapan memiliki masa depan yang lebih baik dari kedua orngtuanya.
Dahulu, Riani kecil bercita-cita menjadi seorang seniman karena merasa memiliki bakat dalam bidang tersebut, namun sang ayah tidak menyetujuinya karena modal untuk menjadi seorang seniman tidaklah murah dan pada era tersebut, seorang seniman dipandang hanya 'menjual' paras dan tubuh saja sehingga ayahnyapun tidak menyetujuinya. Oleh karena itu ayahnya mengarahkan Riani menjadi seorang guru.
Saat masa sekolah, Riani dianggap sebagai yang paling bodoh diantara ketiga bersaudara, walaupun sebenarnya tidak. Riani sebenarnya pintar, ulet, dan pekerja keras. Hanya saja rasa malas, lelah, dan ketidak-menarikan metode gurunya dalam mengajar membuatnya bosan sehingga tidak terlalu menyerap mata pelajaran yang diajarkan dan membuat niali akademik Riani tidak optimal sehingga dianggap bodoh. Hingga akhirnya, Riani dimasukkan dalam SPG (Sekolah Pendidikan Guru, sekarang setingkat SMK). Minat, bakat, dan kepintaran Riani mulai terasah dan terbuka disana karena akhirnya menemukan metode belajar yang tepat dan menghilangkan cap bodoh tersebut dari dirinya. Ketertarikan, bakat, dan jalan Tuhan menyebabkan Riani bertahan dan akhirnya menjadi pekerjaan yang Riani geluti hingga akhirnya pensiun dini karena ibunya yang membutuhkan perhatian lebih intensif saat itu.
Berbagai penghargaan, perlombaan, dan prestasi sudah ia taklukan baik dirinya sebagai seorang guru, maupun anak didiknya. Atas berkat dan rahmat Tuhan, semuanya berjalan dengan lancar walau hambatan pasti selalu ada. Mulai dari atasan yang tidak bisa diajak kerja sama, guru junior yang berlagak dan merendahkan dirinya, diguna-guna saat perlombaan agar kalah, harus tetap masuk bekerja untuk piket dan menghunungi muridnya satu persatu saat kerusuhan 1998 agar tidak datang ke sekolah, dan lain sebagainya. Puji Tuhan, Riani dapat melewati semua dan berhasil memenangkan berbagai perlombaan hingga jenjang Nasonal.
Keuletan, kerja keras, kesabaran, dan pasrah kepada Tuhan menjadi panutan penulis dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan menginspirasi penulis untuk menjadi diri sendiri, dan mengembangkan potensi diri sebaik mungkin dan melakukan yang terbaik. Sisanya, serahkan pada Tuhan, biar Tuhan yang melakukan bagian-Nya dan hasilnya pasti tidak akan mengecewakan. :)


penulisan teks biografi ini sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan. menggunakan kata kerja pasif, kata kerja tindakan, kata kerja mental, dan menggunakan kata ganti orang ketiga. meskipun pada beberapa kalimat terdapat kata yang kurang efektif dan salah ketik, namun secara keseluruhan sudah bagus dan mudah dipahami.
BalasHapus